Rufaizal's Blog

Blog asuhan keperawatan

askep hernia

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN

HERNIA

 

DEFINISI  

Hernia adalah ketidak normalan tubuh berupa tonjolan yang disebabkan karena kelemahan pada dinding otot abdomen.

 

ETIOLOGI

Penyebab penyakit hernia dapat diakibatkan beberapa hal seperti :

  1. Kongenital

Kelemahan pada otot merupakan salah satu factor resiko yang berhubungan dengan factor peningkatan tekanan intra abdomen. Kelemahan otot tidak dapat dicegah dengan cara olah raga atau latihan-latihan

  1. Obesitas

Obesitas salah satu penyebab peningkatan tekanan intra abdomen karena banyaknya lemak yang tersumbat dan perlahan-lahan mendorong peritoneum. Hal ini dapat dicegah dengan pengontrolanberat badan.

  1. Ibu Hamil

Pada ibu hamil tekanan intra abdomen meningkat terutama pada daerah rahim dan sekitarnya.

  1. Mengedan

Mengedan dapat menyebabkan peningkatan tekanan intra abdomen.

  1. Pengangkatan beban berat

 

PATOFISIOLOGI

(Obesitas batuk, kongental, mengedan, pengangkatan beban)

 

Meningkatnya tekanan intra abdomen

 

Rusaknya integritas dinding otot perut

 

Alat tubuh atau organ akan terdorong keluar melalui defek

 

Penonjolan suatu organ (hernia)

Hernia terjadi karena batuk, mengedan, ibu hamil, obesitas, mengankat beban berat sehingga terjadi peningkatan tekanan abdomen yang mengakibatkan rusaknya integritas dinding otot perut dan dapat menyebabkan terdorong keluar suatu organ karena defek dan timbulnya tonjolan pada organ.

 

TANDA DAN GEJALA

Umumnya penderita mengatakan turun berok dan mengatakan adanya benjolan yang bersifat temporer yang dapat mengecil dan menghilang yang disebabkan oleh keluarnya suatu organ sehingga dapat menimbulkan rasa nyeri, kadang-kadang disertai mual dan  muntah. Bila terjadi stangulasi maka rasa nyeri akan bertambah hebat karena suplay darah kedaerah hernia terhenti, sehingga kulit menjadi merah dan panas.

 

KOMPLIKASI

Akibat dari hernia dapat menimbulkan komplikasi sebagai berikut :

  1. Terjadi perlengketan antara isi hernia dengan dinding kantung hernia sehingga isi kantung hernia tidak dapat dikembalikan lagi, keadaan ini disebut hernia ingunalis lateralis ireponibins pada keadaan ini belum gangguan penyaluran isi usus, isi hernia yang menyebabkan ireponibilis adalah omentum, karena mudah melekat pada dinding hernia.
  2. Terjadi tekanan terhadap cincin hernia, akibat makn benyaknya usus yang masuk cincin hernia relatif semakin sempit dan menimbulkan gangguan isi perut, ini dsebut hernia inguinalis lateralis inkarserata.
  3. Bila hernia inkarserata dibiarkan maka akan timbul edem dan terjadi penekanan pembuluh darah sehingga terjadi nekrosis keadaan ini disebut hernia ingunalis lateralis stranggulasi, terjadi karena usus berputar (melintar) pada keadaan inkarserasi dan stranggulasi maka timbul gejala illeusmuntah, kembung dan obstipasi pada stranggulasi nyeri hebat daerah tonjolan menjadi lebih merah dan penderita sangat gelisah.

 

PENATALAKSANAAN MEDIS

Tindakan invasive pada penderita hernia disebut heniatomy dan herniarapy : Pada pembedahan elektif maka kanalis dibukaisi hernia dimasukan, kantong diikat dan dilakukan bassiniplasty untuk memperkuat dinding belakang kanalis inguinalis. Pada daerah cito maka prinsipnya seperti elektif cincin hernia langsung dicari dan diseleksi usus dilihat apakah vital atau tidak bila vital dikembalikan ke rongga perut dan bila tidak dilakukan reaksi usus dan ana tomisis “END TO END”.

 

ASUHAN KEPERAWATAN

 

  1. I.                   PENGKAJIAN

a. Data Umum

-          Aktivitas atau istirahat

Riwayat Pekerjaan

Mengangkat beban berat, duduk, mengemudi dalam waktu lama, membutuhkan papan matras untuk tidur, penurunanrentang gerak, tidak mampu melakukan aktivitas yang biasa, atrofi otot gangguan dalam berjalan.

-          Eliminasi

Kontipasi, obstipasi, adanya inkontinesia atau retensi urin.

-          Neurosensori

Kesemutan, Kekakuan, kelemahan tangan atau kaki, penurunan refleks tendon dalam, nyeri tekan atau abdomen

-          Pencernaan

Bising usus, muntah, nyeri abdomen

-          Kenyamana

Nyeri seperti ditusuk- tusuk, fleksi pada kaki, keterbatasan mobilisasi,

-          Kaji gaya hidup monoton atau hiperaktif

b.   Pemeriksaan fisik

-          Inspeksi    

 Mengkaji tingkat kesadaran, perhatikan adanya bengkak; ada atau tidak adanya benjolan

-          Palpasi

Tugor kulit, palpasi terhadap nyeri dan massa

-          Auskultasi

Bising usus, bunyi nafas, bunyijantung

-          Perkusi     

kembung

c.   Pemeriksaanpenunjang

1)      Pemeriksaan darah koagulasi

2)      Pemeriksaan urine

3)      EKG

 

  1. II.          DIAGNOSA KEPERAWATAN

Diagnosa Keperawatan yang muncul pada klien dengan gangguan system pencernaan ; Hernia yaitu :

  1. Pre Operasi

1)      Cemas berhubungan dengan tindakan operasi

  1. Post Operasi

1)      Gangguan rasa nyaman : nyeri berhubungan dengan pembedahan herniatomy

2)      Keterbatasan aktifitas barhubungan dengan kelemahan fisik

3)      Defisit volume cairan berhubungan dengan pembedahan

4)      Resti infeksi berhubungan dengan insisi pembedahan

5)      Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

6)      Gangguan eliminasi fekal : Konsipasi berhubungan dengan penurunan aktifitas fisik

7)      Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurang informasi

 

III.       PERENCANAAN

Intervensi pada pre operasi yaitu jelaskan apa yang terjadi selama priode pasca operasi termasuk alasan puasa dan obat-obatan, ajarkan klien untuk nafas dalam dan membebat bagian yang dibedah ketika batuk, biarkan klien dan keluarga mengungkapkan perasaan tentang pengalaman pembedahaan. Sedangkan tahap pasca operasi pantau tanda-tanda vital kaji intensitas nyeri, lokasi dan skala nyeri, berikan analgenik sesuai indikasi, ganti balutan sesuai aturan dengan penggunaan tehnik aseptic dan anti septic, Bantu klien untuk melakukan gerak aktif dan pasif, kaji tanda-tanda infeksi seperti merah, panas, bengkak, nyeri dan penurunan fungsi, jelaskan proses penyakit serta pembatasan aktifitas yang berat-berat.

 

IV.       EVALUASI

Hasil yang diharapkan pada pasien hernia, yaitu:

1)      Cemas teratasi

2)      Nyeri berkurang sampai hilang

3)      Resti infeksi tidak terjadi

4)      Gangguan nutrisi teratasi

5)      Defisit cairan teratasi

6)      Keterbatasan aktifitas teratasi

7)      Kurang pengetahuan teratasi.

 

About these ads

14 Agustus 2009 - Posted by | Keperawatan

Maaf, form komentar ditutup saat ini.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: